| View Thread | Return to Index | Read Prev Msg | Read Next Msg |

Wise Coastal Practices for Sustainable Human Development Forum

Citizens recycle waste / Jakarta Bay-Indonesia (+Bahasa Indonesia)

Posted By: Warief Djajanto
Date: Thursday, 17 August 2000, at 2:42 p.m.

In Response To: Waste management and recycling at the grassroots level / Jakarta Bay-Indonesia (+Bahasa Indonesia) (Yoslan Nur)

Bahasa Indonesia

--------------------------------------

The human side of Yoslan Nur's paper on 'Waste management and recycling at the grassroots level/Jakarta Bay-Indonesia' (http://csiwisepractices.org/?read=67) was observed in the flesh on Friday, July 14th 2000, when representatives of international agencies visited two organic waste recycling sites in a low-income neighborhood in North Jakarta.

At the Kapuk Muara recycling center, they watched Rizal Fauzi, 12 years old, gluing a sheet of recycled paper onto a three-sided prism-shaped pencil holder. At a shed in an adjacent yard, the visitors looked at worms eating away at household organic waste to produce compost. Pak Mudakin Zaini, 63, the site compost manager, explained that the residents use the fertilizer for their garden plants. At the Pluit traditional market, a ten-minute drive away, the group saw how organic market waste was transformed into compost using the heap method. Pak Siregar, the market manager, showed the visitors ready to use compost in 1.6 kilo bags for sale at 2,000 rupiah (US$0.25) and a more refined variety that used worms selling for 3,000 rupiah.

At a meeting earlier in the day, the group listened to presentations from ordinary citizens on how they coped with local waste. Ibu Bambang Wahono, a homemaker at Banjarsari, Cilandak, South Jakarta, told how her community turned their household waste into compost. They used the fertilizer not only to grow medicinal plants, but also to sell at a monthly profit of 100,000 rupiah (US$12.50). Meanwhile, Endang Wardiningsih, a school teacher, described how her pupils at Public High School 34 in Pondok Labu, South Jakarta, learn to recycle waste paper and make compost with worms. Now other schools and local community groups ask her school for demonstrations in waste recycling.

The Greater Jakarta area has 20 million people and produces 25,000 cubic meters of solid waste daily, 4,000 cubic meters from traditional markets alone. The sobering fact is that 70% of the waste is organic and that some 1,400 cubic meters end up in Jakarta Bay everyday. The recycling activities at Banjarsari and Public High School 34, both about 15 kilometers inland from the coast, are small but meaningful measures to reduce the waste that originates in the city and ends up in the sea. More communities like Banjarsari and schools like PHS 34 can markedly reverse the garbage pressure on Jakarta Bay. What is needed are community leaders with communication skills and the burning zeal to spread the word on wise practices in organic waste management.

Warief Djajanto,
Training Editor,
Antara, The Indonesian National News Agency ***********************************************************************

WARGA MASYARAKAT MENDAUR ULANG LIMBAH / TELUK JAKARTA-INDONESIA

Sisi manusia makalah Yoslan Nur mengenai 'Pengelolaan dan daur ulang limbah berbasiskan masyarakat/Teluk Jakarta-Indonesia' (http://csiwisepractices.org/?read=67) diamati dengan kasat mata Jumat, 14 Juli 2000, ketika wakil-wakil sejumlah lembaga internasional berkunjung ke dua pusat daur ulang limbah organik di pemukiman penduduk berpenghasilan rendah di Jakarta Utara.

Di pusat kegiatan daur ulang Kapuk Muara, mereka melihat Rizal Fauzi, 12, sedang mengelem selembar kertas hasil daur ulang pada kotak pensil sisi-tiga berbentuk prisma.Di sebuah bangunan di halaman samping, para pengunjung menyaksikan cacing-cacing makan dengan asyik limbah organik rumah tangga untuk menghasilkan kompos. Penduduk memakai pupuk itu untuk tanaman halaman mereka, Pak Mudakin Zaini, 63, penanggungjawab kompos setempat, menjelaskan. Di Pasar Inpres Pluit, yang berjarak 10 menit dengan kendaraan bermotor dari Kapuk Muara, kelompok pengunjung mengamati bagaimana limbah pasar organik diubah menjadi kompos dengan cara tumpuk. Pak Siregar, kepala pasar, memperlihatkan kompos siap pakai dalam kantong seberat 1,6 kilo dan dijual dengan harga 2.000 rupiah. Jenis kompos lebih halus yang dibuat dengan cacing dijual seharga 3.000 rupiah per kantong.

Dalam sebuah pertemuan pada pagi hari sebelumnya, para wakil mendengarkan paparan dari anggota masyarakat biasa mengenai bagaimana mereka menanggulangi limbah organik setempat. Ibu Bambang Wahono, ibu rumah tangga di Banjarsari, Cilandak, Jakarta Selatan, menerangkan bagaimana warga setempat mengolah limbah rumah tangga menjadi kompos.Mereka memakai pupuk itu tidak hanya untuk tanaman obat tetapi pupuk itu juga dijual dan menghasilkan untung Rp100.000 sebulan, ia mengatakan.Endang Wardiningsih, guru Sekolah Menengah Umum 34 di Pondok Labu, Jakarta Selatan, menceritakan bagaimana murid-muridnya belajar tentang daur ulang kertas bekas dan bagaimana membuat kompos dengan cacing. Kini sekolah-sekolah lain dan kelompok-kelompok masyarakat setempat meminta sekolahnya untuk mengadakan peragaan tentang daur ulang limbah, ia mengatakan.

Jakarta raya dan sekitarnya mempunyai 20 juta penduduk dan menghasilkan 25.000 meter kubik limbah setiap hari, 4.000 meter kubik saja berasal dari pasar-pasar tradisional. Fakta yang membuat orang tersentak ialah 70% sampah itu adalah organik dan 1.400 meter kubik masuk Teluk Jakarta setiap hari. Kegiatan daur ulang di Banjarsari dan SMU 34 merupakan upaya kecil tetapi bermakna untuk mengurangi jumlah limbah yang mengalir dari kota ke laut. Banjarsari dan SMU 34 dalam jumlah lebih banyak dapat mengecilkan secara berarti tekanan sampah terhadap Teluk Jakarta. Hal yang diperlukan ialah pemuka-pemuka masyarakat yang memiliki ketrampilan berkomunikasi dan semangat membara untuk menyebarkan kabar tentang praktek-praktek bijak dalam mengelola limbah organik.

Warief Djajanto,
Staf ahli/redaksi dan pendidikan,
Antara, Lembaga Kantor Berita Nasional

Messages in This Thread

SEND YOUR REACTION/RESPONSES TO THE .

| View Thread | Return to Index | Read Prev Msg | Read Next Msg |